Cegah Suara Sah Hilang !

Demi melindungi suara sah yang telah diberikan oleh para pemilih dari kesalahan penghitungan yang terjadi, maka Koalisi Masyarakat Peduli Pemilu (KMPP) meminta
1. PPK melakukan penghitungan ulang terhadap TPS-TPS yang terindikasi melakukan kesalahan penghitungan
2. Seluruh elemen masyarakat khususnya Pengawas Pemilu, saksi, dan pemantau untuk tetap mengawal proses rekapitulasi suara yang dilakukan di PPK dan selanjutnya.
Seruan ini didasarkan pada kekuatiran bahwa pasca pemungutan suara, yang menyisakan banyak masalah yang sampai saat ini masih belum terselesaikan, proses penghitungan suara juga dibayang-bayangi oleh ketidakberesan. Gejala tersebut dilandaskan pada beberapa persoalan yang terjadi pada saat penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) maupun saat ini yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi :
Kesalahan Penghitungan
Pada tahap penghitungan suara di TPS, terdapat perbedaan penilaian oleh petugas di TPS mengenai tanda pemberian suara yang sah di surat suara. Dengan kemungkinan bagi pemilih untuk memberikan tanda dengan mencontreng atau silang atau garis atau titik atau tercoblos pada tanda gambar dan/atau nomor urut atau nama calon, mengakibatkan proses penghitungan suara menjadi tidak seragam. Persoalan muncul ketika pemberian tanda 2 (dua) kali dihitung menjadi 2 (dua) suara dari yang seharusnya tetap dihitung menjadi 1 (satu) suara. Selain itu pemberian tanda centang yang ujungnya melewati batas kolom nama caleg tertentu dan berujung diluar kolom caleg tersebut dinyatakan tidak sah meskipun sudut siku berada pada kolom nama caleg tertentu. Kesalahan penghitungan ini mengakibatkan angka golput karena suara tidak sah menjadi lebih tinggi dari yang sebenarnya sehingga menambah daftar hilangnya suara yang diberikan oleh para pemilih.
Jumlah Saksi Sedikit
Pergerakan surat suara dari TPS ke PPK yang bertujuan untuk mempercepat proses rekapitulasi hasil suara ternyata tidak terjadi. Padahal para saksi –yang jumlahnya sedikit pada saat pemberian dan penghitungan suara di TPS—berkonsentrasi mengikuti jalannya pemilu hanya pada hari H. Kelambanan proses rekapitulasi hasil suara secara manual mengakibatkan perhatian para saksi semakin menurun bahkan besar kemungkinan tidak terawasi karena para saksi yang ada pada tahap pemungutan suara berasal dari partai politik peserta pemilu yang merasa tidak mendapat suara cukup. Kondisi ini dapat membuka peluang terjadinya kecurangan baru berupa penggelembungan dan pengalihan hasil suara.
Pengawasan Berkurang
Banyaknya laporan dan temuan dugaan pelanggaran yang muncul pada hari H baik yang bersifat administratif maupun pidana serta pelanggaran lain di luar konteks pemilu, membuat pengawas pemilu sibuk karena dittuntut untuk melakukan kajian, menemukan bukti/saksi dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut. Kondisi ini mengakibatkan tugas pengawasan terhadap proses rekapitulasi hasil suara di PPK dan selanjutnya menjadi berkurang. Akibat lebih lanjut adalah meningkatnya potensi kecurangan.
Demikian himbauan ini kami serukan sebagai upaya meminimalisasi hilangnya suara pemilih akibat adanya kesalahan teknis penghitungan sehingga tidak menambah daftar dosa penyelenggara pemilu kepada hak politik masyarakat.

Jakarta, 16 April 2009

Koalisi Masyarakat Peduli Pemilu (KMPP)
1. Central for Electoral Reform (CETRO) : Hadar Navis Gumay
2. Forum Masyarakat Pemantau Parlemen (FORMAPPI) : Yurist Oloan
3. Indonesia Corruption Watch (ICW) : Adnan Topan Husodo
4. Indonesia Parliamentary Center (IPC) : Sulastio
5. Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) : Daniel Zuchron
6. Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia : Jojo Rohi
7. Komite Pemilih Indonesia (TePI) : Jeirry Sumampow
8. Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN) : Yulianto
9. Lingkar Madani (LIMA) : Ray Rangkuti
10. Migrant Care : Wahyu Susilo
11. Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) : Didik Supriyanto
12. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) : Ucok Sky Khadafi
13. Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) : August Melazt
14. Sinergi Masyarakat (SIGMA) Indonesia : Said Salahudin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s