Hidup itu proses untuk menguji kesabaran dan konsistensi diri dalam meraih dan memperjuangkan apa yang telah ditetapkan sebagai target dan capaian. Karena target dan capaian itu sesungguhnya ada disekitar kita, hanya saja tidak pernah disadari bahwa apa yang sedang dicari dekat dan bahkan tanpa jarak. Kehidupan hanya menguji kesabaran dan konsistensi untuk meraihnya, karena apa yang diinginkan telah tersedia.

Paulo Coelho memberikan pencerahan melalui caranya sendiri, dengan menuliskannya dalam cerita yang tidak membosankan ”The Alchemis”. Buku ini sangat menarik, menghibur dan bahkan tanpa sadar menanamkan nilai-nilai tentang arti sebuah kesabaran dan konsistensi dalam mencapai tujuan hidup. The Alchemis, memaksa pembaca untuk belajar dari seorang anak pengembala, Santiago namanya.

Malam itu Santiago tertidur dibawah pohon besar sebuah kuil tua, setelah lelah seharian mengembalakan dombanya. Dalam tidurnya, Santiago bermimpi mendapat harta karun disuatu daerah yang terdapat petunjuk sebuah piramida (Mesir). Mimpi itulah yang mendorongnya berkelana mencari harta karun, seperti petunjuk dalam mimpi itu. Perjalanan itu membuatnya tersadar, bahwa dia menemukan daerah baru yang jauh lebih luas dibanding saat dia mengembalakan dombanya.

Besar tekad Santiago dalam mengubah hidupnya. Dengan hanya bermodalkan sesuatu yang tak pasti (mimpi), dia membulatkan tekad mengejar harapan itu. Selama perjalanan, dia mendapatkan realitas kehidupan jauh dari yang dibayangkan. Kehidupan nyata yang kadang membuatnya putus asa, sehingga terasa ingin kembali ke tempat semula. Namun, kadang kala dia menemukan realitas yang membuatnya bimbang, akankah tetap melanjutkan perjalanan memperjuangkan sesuatu yang tidak pasti (mimpi), atau justru berhenti dengan capaian harta yang cukup baginya untuk hidup lebih dari cukup.

Buku The Alkemis karya Paulo Coelho ini bercerita secara detail tentang perjalanan Santiago. Pembaca akan terbawa suasana dan terasa begitu berharga membaca The Alkemis. Buku ini sangat menarik untuk dibaca semua orang, tanpa mengenal usia dan profesi. Kadangkala buku ini seperti sebuah dongeng bagi anak-anak dan bahkan remaja, namun orang dewasa akan menemukan makna yang mendalam sehingga membuatnya menjadi lebih bijaksana.

Akhir cerita Paulo Coelho memberikan kejutan, bahwa harta karun itu ada, tapi tidak di negeri Piramida. Negeri itu hanya memberikan petunjuk, bahwa harta karun yang Santiago cari ada dibawah pohon besar sebuah kuil tua tempat santiago memimpikannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s