Efektifitas Penegakan Hukum Pemilu

Resensi Buku
Judul : PENEGAKAN HUKUM PEMILU – Praktik Pemilu 2004, Kajian Pemilu 2009-2014
Halaman : 176 hal.
Penulis : Topo Santoso Dkk.
Penerbit : Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2007

Mekanisme penyelesaian permasalahan hukum pemilu yang efektif diperlukan untuk menjaga pemilihan umum yang jujur dan adil (free and fair election). Mekanisme itu penting, tidak sekedar untuk menjaga demokratisasi pemilu, namun jauh lebih penting bagaimana mekanisme itu mampu melindungi hak pilih masyarakat dari tindakan manipulatif dan curang. Oleh Karena itu, mekanisme hukum pemilu harus mampu memproyeksikan permasalahan yang akan terjadi. Mekanisme itu tidak hanya memprioritaskan adanya kepastian akan bunyi ketentuan perundang-undangan, namun lebih dari itu adalah kepastian akan kekuatan makna aturan main itu sendiri. Dengan kata lain, mekanisme hukum pemilu tidak hanya bersifat prosedural sehingga berpeluang besar meminggirkan pencarian keadilan.

Topo Santoso dkk, dalam buku Penegakan Hukum Pemilu (Praktik Pemilu 2004, Kajian Pemilu 2009-2014), menjelaskan nya dengan sangat menarik. Buku ini mengulas lebih lanjut tentang mekanisme dan penegakan hukum pemilu sebagai salah satu bagian dari 15 standar internasional pemilu demokratis yang secara minimalis harus terpenuhi dalam pemilihan umum. Sebagai pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia, tidak cukup sulit baginya mengurai secara detail konsep penegakan hukum pemilu sebagai sub bagian konsep penegakan hukum pada umumnya. Apalagi dalam periode pemilu 2004, secara aktif menjabat sebagai anggota Panitia Pengawas Pemilu, sehingga kolaborasi antara naluri akademisi dan praktisi tidak diragukan lagi dalam mengurai konsep penegakan hukum pemilu di Indonesia. Akibatnya, kepakaran dibidang hukum pidanapun harus rela tergeser, karena publik lebih mengenalnya sebagai pakar pidana pemilu.

Buku ini menyajikan pembahasan penegakan hukum pemilu secara komprehensif. Menyajikan pengalaman penegakan hukum pemilu di Indonesia dan mengurainya secara detail permasalahan hukum pemilu yang terjadi. Pemetaan yang dilakukan, terdapat 4 permasalahan hukum, yaitu Tindak Pidana Pemilu, Pelanggaran Administrasi Pemilu, Perselisihan Administrasi Pemilu dan Perselisihan Hasil Pemilu. Secara teoritis, buku ini mengupas lebih lanjut mekanisme penyelesaian permasalahan hukum itu. Memperluas cakupan pembahasan, buku inipun menyajikan perbandingan dengan praktek penegakan hukum pemilu diberbagai Negara, seperti Malaysia, Filipina, Singapura dan Mexico.

Menarik dari buku Penegakan Hukum Pemilu, tidak hanya menyajikan permasalahan hukum dan penyelesaiannya secara teoritis belaka. Secara detail, pembaca dapat menemukan perpaduan teori dan praktek penegakan hukum pemilu. Buku ini semakin menarik dan patut dijadikan referensi, karena menyajikan data penanganan pelanggaran hukum pemilu dengan baik. Data pelanggaran pidana dan administrasi baik pemilu legislatif dan pemilu presiden 2004 disajikan secara terbuka bagi seluruh pembaca. Secara kuantitatif, pembaca dapat mengetahui jumlah pelanggaran baik pidana maupun administrasi pemilu serta perkembangan penanganannya oleh aparat penegak hukum yang berwenang. Berdasarkan penyajian data itu, terungkap bahwa penegakan hukum pemilu 2004 tidak berjalan efektif dalam memenuhi tujuan penegakan hukum pemilu. Pelanggaran administrasi yang berjumlah 8.013 perkara, hanya 35,22% yang tertangani, yaitu 2.822 pelanggaran. Begitu juga dengan pelanggaran pidana, dari 2.413 yang dilaporkan ke kepolisian, hanya 42,35% atau 1.022 pelanggaran yang dijatuhi putusan pengadilan.

Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya efektifitas penegakan hukum pemilu. Setidaknya terdapat 4 faktor, khususnya pidana , yaitu : (1) Koordinasi pengawas pemilu dengan kepolisian yang tidak berjalan dengan baik. (2) Kepolisian dan kejaksaan menilai bukti-bukti tidak cukup. Banyak alasan yang dikemukakan, baik yang logis maupun tidak. Misalnya, karena pelaku menghilang dan polisi tidak bisa menemukan dalam waktu 30 hari, atau kebutuhan polisi atas bukti forensik untuk memastikan ijazah palsu, padahal lembaga berwenang yang mengeluarkan ijazah tersebut telah menyatakan kepalsuan ijazah itu. (3) Adanya keputusan diskresi dari polisi/ jaksa untuk tidak menindaklanjuti kasus pelanggaran dengan beberapa alasan. (4) pembiaran kasus tanpa alasan yang jelas.

Buku ini akan tetap menarik untuk dibaca, meskipun isinya mengulas pengalaman pemilu 2004. Menarik sebagai bahan kajian tentang penegakan hukum pemilu dengan menggunakan metode komparatif. Karena buku Penegakan Hukum Pemilu ini merupakan laporan penelitian dan bahkan lebih dekat sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas pengawas pemilu 2004. Karena penulisnya adalah mantan-mantan panitia pengawas pemilu 2004 dan substansi isi penelitian adalah data-data pengawasan dan permasalahan yang muncul dalam proses pengawasan. Data-data di dalamnya akan tetap relevan digunakan, karena pengalaman pemilu 2009 menunjukkan permasalahan yang sama dengan apa yang diurai dalam buku ini.

Namun terdapat beberapa catatan untuk Buku Penegakan Hukum Pemilu ini. (1) Perbandingan mekanisme penegakan hukum pemilu di beberapa Negara tidak diurakan secara detail. Informasi yang disampaikan terbatas permasalahan umum penegakan hukum pemilu, padahal lebih banyak informasi tentang penegakan hukum dibeberapa Negara ini akan menjadi bahan yang sangat menarik. (2) Mekanisme penyelesaian permasalahan hukum tidak terurai dengan lebih detail, terkait waktu, tahapan dan permasalahan yang muncul. (3) Rekomendasi tentang “pembubaran lembaga pengawas pemilu”, tidak disertai dengan tawaran konsep pengawasan. Tawaran konsep yang diajukan belum mampu menjawab atas rekomendasi yang disampaikan, seperti bagaimana mekanisme berjalannya pengawasan, jika lembaga pengawas harus dibubarkan.

Iklan

One thought on “Efektifitas Penegakan Hukum Pemilu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s