Bawaslu Sebaiknya Dilebur ke KPU – KPU Minus Parpol

Rabu, 03 Maret 2010
Koran Jakarta – Penguatan kewenangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dikhawatirkan menciptakan “matahari kembar” dalam fungsi penyelenggaraan Pemilu.

Peleburan Bawaslu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai lebih baik. Kepala Pusat Penelitian Politik Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsudin Haris mengungkapkan hal itu terkait dengan adanya wacana lembaga pengawas pemilu diberikan kewenangan untuk mengeksekusi pelanggaran yang terjadi saat pemilu.

“Kalau pengawas pemilu diperkuat kewenangannya, itu justru bakal menciptakan ‘dua matahari kembar’. Dan itu akan mengancam KPU,” ujar dia saat diskusi dengan Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN), di Jakarta, Selasa (2/3).

Syamsudin mengatakan, dengan dileburnya Bawaslu, bukan berarti pengawasan pelaksanaan pemilu tidak ada. Menurut dia, pengawasan pemilu bisa dilakukan dengan membentuk semacam pengadilan ad hoc pemilu.

Alteratif lain adalah mengefektifkan organisasi Kesek jenan di KPU, namun tidak menghilangkan fungsi pengawasan pemilu.

Ia juga menyarankan perlunya diintroduksi lembaga- lembaga deputi yang berada langsung di bawah Sekjen KPU sesuai bidang tugasnya.

“Paling kurang diperlukan empat deputi, yaitu Deputi Penyelenggaraan Pemilu, Deputi Administrasi dan Keuangan, Deputi Operasional dan Logistik Pemilu, dan Deputi Pengawasan Pemilu,” katanya.

Dengan adanya deputi-deputi tersebut, terutama Deputi Peng awasan Pemilu, Syamsuddin berharap keberadaan deputi tersebut dapat menyubstitusi peran Bawaslu/Panwaslu jika lembaga tersebut kelak dibubarkan.

Unsur Parpol Peneliti hukum KRHN, Veri Junaidi, mengatakan keanggotaan KPU harus bebas dari unsur partai politik (parpol).

Penyelenggara pemilu harus tetap disterilkan dari kepentingan partai politik secara langsung. Menurut dia, pembebasan dari unsur parpol sesuai dengan asas pemilu yang bebas, rahasia, dan adil.

Karena itu, syarat untuk dapat menjadi anggota KPU tidak boleh berasal dari parpol harus tetap dipertahankan.

“Melibatkan anggota Parpol dalam penyelenggaraan Pemilu sama saja dengan mendesain Pemilu yang sakit sejak awal,” kata dia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s