STRATEGI PEMENANGAN PARTAI

Update Media, 20-02-2013

Update media hari ini mengangkat judul “strategi pemenangan” partai. Strategi yang dipotret baik secara legal dan illegal. Strategi illegal mengangkat isu soal pendanaan kampanye melalui penyimpangan penggunaan dana bantuan sosial. Sedangkan strategi legal dengan mencalonkan anggota DPR yang sekarang sedang menjabat untuk meningkatkan elektabilitas.

Berdasarkan itu maka update hari ini mengangkat 3 (tiga) isu yakni terkait pendanaan kampanye, pencalonan anggota DPR dan elektabilitas partai politik yang menjadi topic pemberitaan di 3 media yakni Kompas, Republika dan Media Indonesia. Pertama, isu pendanaan partai politik, menyoroti tentang pendanaan kampanye dengan memanfaatkan dana-dana sosial yang ada di pemerintahan daerah. penggunaan dana sosial untuk kepentingan kampanye dilakukan oleh petahana. Menggunakan kekuasaan sebagai kepala daerah, mereka mengotak-atik anggaran yang tersedia.

Terhadap penyimpangan penggunaan dana sosial ini, beberapa kalangan menyerukan agar dana bantuan sosial dihentikan penyalurannya. Penghentian kebijakan penyaluran dana kampanye diusulkan terhadap daerah yang sedang atau akan melaksanakan pemilukada. Pemerintah disarankan untuk menghentikan penyalurannya diiringi dengan perubahan regulasi terkait. Argumentasinya, penyimpangan bantuan sosial akan menimbulkan kesenjangan antar calon khususnya dengan petahana.

Kedua, isu terkait pencalonan. Kompas mengangkat soal kebijakan Partai Demokrat dalam proses pencalonan dalam Pemilu 2014. Partai Demokrat akan mencalonkan semua anggota DPR yang sekarang menduduki kursi DPR. Kebijakan ini diberlakukan untuk menghindari perpecahan faksi dipartai Demokrat. Dari 148 anggota Demokrat yang ada di DPR, kurang lebih 138 orang akan maju lagi dalam pemilihan legislatif 2014.

Ketiga, elektabilitas partai politik. Ketiga media tersebut menyoroti elektabilitas partai democrat dan PKS yang terus merosot. Kompas misalnya, mengangkat hasil jajak pendapat yang dilakukan Lembaga Survey Jakarta, elektabilitas partai Demokrat turun drastis hingga 6,9%. Begitu juga dengan perolehan suara PKS yang hanya mencapai 2,6%. Perolehan suara kedua partai ini bahkan jauh dibawah Partai Gerindra yang mencapai 10,3%. Turunnya elektabilitas kedua partai ini diakibatkan kasus korupsi yang mendera kedua partai tersebut yakni kasus hambalang dan import daging  sapi. [veri-boim]

Sumber: Kompas; Republika; Media Indonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s