Perang Baratayudha di Demokrat

Gambar

Update Media, 25 Februari 2013

Perang Baratayudha merupakan perang saudara antara Pandawa dan Kurawa di padang Kurusetra. Perang ini tidak hanya memperebutkan harta dan kuasa, namun menyimbulkan pertempuran antara kebaikan dan sifat jahat manusia. Konteks kemelut Partai Demokrat, sifat baik dan jahat itu akan diuji melalui lembaran-lembaran cerita yang dijanjikan Anas Urbaningrum, bukan di Padang Kurusetra namun di Padang Hambalang dalam bentangan pemberantasan korupsi.

Awal Perang Baratayuda di Padang Hambalang itu disinyalkan dan dirangkum apik dalam Berita Halaman Utama, Kompas (25/2). “Anas Siapkan Perlawanan, Bakal Buka-Bukaan Soal Praktik Korupsi,” demikian judul pemberitaan Kompas pagi ini.

Anas sedang menyiapkan perlawanan tersebut melalui dua jalur sekaligus yakni hukum dan politik. Hal yang berkaitan dengan hukum akan ditempuh melalui jalur hukum, sementara masalah politik akan ditempuh melalui jalur politik. Demikian kata Muhammad Rahmad, Mantan Wakil Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat.

Upaya hukum akan dilakukan untuk pembersihan nama baik Anas yang akan disiapkan oleh tim kuasa hukum. Hal yang menarik, dikatakan bahwa Anas bertekat untuk berdiri di barisan terdepan dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Anas diyakini berani membuka praktik-praktik penyelewenangan atau korupsi yang lebih besar. Kita tunggu saja komitmen itu.

Sedangkan upaya jalur politik, Anas akan berhadapan langsung dengan Ketua Majelis Tinggi partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk memperjuangkan demokratisasi. Anas akan head to head dengan SBY, cuman gayanya tidak akan frontal. Terhadap strategi ini, Elit Partai Demokrat belum mau meladeni pernyataan Anas saat menggelar jumpa pers dalam pengunduran dirinya.

Terkait dengan pengunduran diri Anas, tugas-tugas DPP dijalankan dua wakil ketua umum (jhony Allen Marbun dan Max Sopacua), Sekjen (Edhie Baskoro Yudhoyono), dan Direktur Eksekutif (Toto Riyanto) yang semuanya akan berkonsultasi dengan Ketua Majelis Tinggi.

Kini publik akan menanti komitmen Anas, untuk membuka lembaran-lembaran cerita yang sebenarnya terkait kasus yang menimpanya. Publik akan menunggu, siapa si-Baik dan si-Jahat dalam perang Baratayudha di Padang Hambalang.

Sumber Berita: Kompas

Sumber Ilustrasi: irwanpratubangsawan.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s