Pencalegan, Menuju Visi Perjuangan

Update Media, 27 Februari 2013

Persoalan yang mendera Partai Demokrat belum akan usai. Beberapa persoalan lanjutan terus bermunculan, khususnya menghadapi agenda pencalonan anggota DPR yang akan berlangsung mulai 9 April nanti. Persoalan ini yang menjadi sorotan Kompas (27/3) dalam berita utamanya.

Ketentuan tentang pencalonan dalam Pasal 57 ayat (1) UU 8/2012 tentang Pemilu Legislatif disebutkan, “daftar bakal calon anggota DPR, diajukan kepada KPU dengan ditandatangani oleh ketua umum atau sebutan lain dan sekretaris jenderal atau sebutan lainnya.

Aturan itu secara tegas memberikan kewenangan pencalonan kepada ketua umum dan sekjen partai, bukan kepada Majelis Tinggi partai. Tentu secara yuridis akan menjadi persoalan tersendiri bagi Demokrat, jika tidak segera melakukan penggantian ketua umum pascamundurnya Anas Urbaningrum. Namun mekanisme pergantian ketua umum di Demokrat ini tidak semudah seperti pergantian Presiden PKS beberapa waktu lalu. Berdasarkan AD/ART Demokrat, pergantian ketua umum harus melalui mekanisme kongres atau kongres luar biasa.

Terkait kebijakan kongres luar biasa, internal Demokrat juga masih belum jelas. Pendapat beberapa pengurus, terdapat beberapa kemungkinan seperti dorongan untuk segera menyelenggarakan kongres luar biasa seperti disampaikan Achmad Mubarok, Saan Mustofa, dan Tri Dianto (mantan Ketua DPC Demokrat Cilacap). Berbeda dengan itu, Wakil Ketua Umum Demokrat Max Sopacua mengatakan belum ada keputusan akan diselenggarakannya kongres luar biasa.

Kondisi Demokrat ini jauh ketinggal dengan beberapa partai politik lainnya. Hanura misalnya, sudah mengumpulkan 400 nama dari kebutuhan 560 nama di DPR, padahal sebelumnya telah mengedarkan 1000 formulir. PDIP telah menjaring sekitar 11.000 caleg, dimana partai ini menargetkan akan menjaring 16.000-23.000 caleg di pusat dan daerah.

Lebih penting dari sekedar mengumpulkan target jumlah calon, beberapa ahli politik menyebutkan bahwa dunia politik Indonesia semakin terjebak dalam kepentingan sempit dan sesaat sehingga semakin jauh dari visi perjuangan untuk kemajuan bangsa. Karena itu sudah saatnya momentum pencalonan anggota DPR, DPD, dan DPRD nanti menjadi ruang untuk menghadirkan wakil rakyat yang dapat mengembalikan visi politik Indonesia. [veri]

Sumber: Kompas

Sumber ilustrasi: narayana734.blogspot.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s