Mencari Pengganti Anas

Gambar

Update Media, 28 Februari 2013

Update media hari ini masih soal Partai Demokrat dan proses pencalonan anggota DPR dan DPRD dari partai politik. Pemberitaan soal Demokrat di Kompas memang sudah tidak lagi menjadi berita utama, tapi masih cukup mendominasi halaman kedua Koran ini. Mengusung judul “sulit mencari pengganti Anas”, mengulas seputar mekanisme penggantian ketua umum dan peta politik di daerah.

Mau atau tidak, Demokrat harus segera memikirkan penggantian ketua umumnya. Mungkin untuk bekerjanya roda organisasi, Majelis Tinggi Partai telah mengambil alihnya. Akan tetapi, urusan administrasi pencalonan Anggota DPR dan DPRD tetap menjadi urusan ketua umum. Undang-Undang Pemilu secara tegas memerintah agar daftar bakal calon anggota DPR ini ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jendral Partai.

Mengingat urusan penggatian ketua umum, sepertinya Demokrat masih belum mengambil kebijakan. Berdasarkan AD/ART, Konggres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat mesti diusulkan dua pertiga dari DPD, Jika ini dilakukan, sudah terbayang biaya besar yang harus disiapkan dan juga membutuhkan waktu yang cukup lama.

Persoalannya, Demokrat kini kekurangan kader dan cukup sulit untuk mencari figur yang pas dan memiliki elektabilitas yang cukup tinggi, seperti yang disampaikan oleh Anggota Dewan Pembina Demokrat, Achmad Mubarok. Meskipun demikian, sejumlah pengurus di daerah sudah mulai memunculkan nama-nama yang didorong untuk menjadi ketua umum.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Kota Solo misalnya, cenderung mengarahkan dukungan kepada Ketua DPR Marzuki Alie. Mengingatkan kembali, Marzuki Alie ini merupakan rival politik Anas selain Andi Mallaranggeng dalam Kongres Partai Demokrat 2010 di Bandung. Jadi dari ketiga kandidat Ketua Demokrat 2010, kini hanya tinggal Marzuki Alie yang masih bebas dari kasus hukum.

Selain DPC Kota Solo, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Jawa Timur juga punya calon, mereka mengusulkan Gubernur Jatim, Soekarwo. Berbeda halnya dengan DPC Kota Solo dan DPD Jawa Timur, DPD Demokrat DI Yogyakarta mengaku masih belum punya calon.  

Lepas dari nama-nama yang sudah muncul itu, Demokrat harus segera mencari figure yang mumpuni. Minimal kriteria yang dibutuhkan adalah pemersatu, mampu bekerja taktis dan strategis dan popularitasnya cukup baik. Figur pemersatu diperlukan untuk bisa mengonsolidasikan kepengurusan partai hingga pusat dan daerah. Faksi-faksi di Demokrat terlihat sejak pemilihan ketua umum dalam Kongres 2010 di Bandung dan itu mesti disatukan untuk kepentingan pemenangan 2014. Ditengah-tengah persoalan yang mendera, soliditas partai diperlukan.

Figur pengganti Anas juga harus mampu bekerja taktis dan strategis. Hal ini diperlukan untuk mengejar keterpurukan elektabilitas partai hingga 6%. Ketua umum yang terpilih harus mampu menyiapkan Demokrat dalam kompetisi dalam Pemilu 2014. Peran-peran Majelis Tinggi dibawah koordinasi SBY harus segera diambil alih. SBY tidak boleh memegang kekuasaan terhadap partai terlalu lama mengingat tugas utamanya sebagai presiden.

Namun mencari tokoh pengganti dengan pengaruh yang cukup besar di daerah pasti tidak mudah. Melihat tokoh Demokrat yang sekarang ada, juga belum terlihat. Kita tunggu saja. (Veri)  

Sumber Berita: Kompas

Sumber Gambar:nasional.inilah.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s