Polemik Pencalonan Caleg Demokrat

Update Media, 3 Maret 2013

Seminggu ini polemik tentang Partai Demokrat menjadi berita utama di Harian Kompas. Sepertinya polemik ini akan terus berlangsung dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan surut. Jika sebelumnya fokus diletakkan pada perlawanan Anas terhadap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kini perhatian agak bergeser. Kompas (3/3) mengusung isu tentang polemik pencalonan caleg Demokrat dengan judul “Demokrat Mengharapkan Dispensasi dari KPU.”

Melalui Amir Syamsuddin (Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat) yang juga Menteri Hukum dan HAM, Demokrat mengharapkan agar pengesahan pencalonan caleg DPR khusus Demokrat diberikan kompensasi yakni tidak oleh Ketua Umum. Permintaan Amir ini disampaikan mengingat persoalan yang mendera Demokrat yakni terjadi kekosongan Ketua Umumnya.

Pertanyaannya, kenapa Demokrat tidak segera melakukan pemilihan ketua umum yang baru untuk menggantikan Anas?

Keputusan untuk menggelar Konggres Luar Biasa atau tidak ada di tangan SBY sebagai ketua Majelis Tinggi Partai. Kalau SBY belum memberikan restu, tentu KLB tidak akan bisa diselenggarakan. Persoalannya, KLB atau tidak akan menentukan pengaruh SBY terhadap partai ini. Bak makan buah simalakama, KLB akan membuka ruang perlawanan dari banyak kubu dan belum tentu trah atau ketua umum terpilih berada di kubu Cikeas. Tapi jika tidak melaksanakan KLB, Demokrat dihadapkan dengan kebutuhan taktis yakni pencalonan caleg DPR RI yang harus ditandatangani Ketua Umum dan Sekjen.

Soal KLB, SBY sepertinya belum siap untuk membuka front dengan kubu-kubu lain yang ada di Demokrat. Jangan-jangan, lahirnya Anas sebagai ketua yang tidak diharapkan akan terulang kembali. Sebagai pemetaan, paling tidak ada 3 kubu pascakongres Demokrat 2010, yakni Kubu Anas, Kubu Marzuki dan Kubu Cikeas (pendukung Andi Mallarenggeng).

Jika KLB dilaksanakan dalam waktu dekat, SBY belum memiliki tokoh yang mumpuni dan layak untuk dicalonkan. Paling tidak ada dua orang dekat SBY yang sejak awal muncul dipermukaan tengah dipersiapkan. Tapi keduanya masih belum cukup matang untuk ditempatkan di Demokrat, yakni Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Pramono Edhie Wibowo (Ipar SBY).

Ibas masih sangat muda untuk bisa memegang tampuk pimpinan Demokrat. Pengalaman politiknya masih sangat baru sehingga dengan kondisi “darurat” Demokrat seperti ini terlalu riskan. Sebab yang diperlukan skarang adalah tokoh yang mampu menyatukan Demokrat dan mengembalikannya pada kondisi normal, tentunya menyiapkan ketua umum yang mampu menaikkan kepercayaan publik dalam Pemilu 2014 nanti.

Berbeda dengan Ibas, Pramono Edhie Wibowo juga tidak bisa serta merta diusung sebagai ketua Demokrat. Sekarang Pramono masih berstatus sebagai Kepala Staf TNI AD dan juga bukan pengurus partai. Jika dipaksakan maka ada alasan kuat bagi kader di bawah untuk melawan SBY.

Kondisi itulah yang menyebabkan kegalauan SBY untuk segera menyelenggarakan KLB. Orang-orang yang akan ditempatkan disana belum cukup mumpuni mengelola Demokrat. Pada sisi lain, kubu diluar Cikeas sepertinya sudah sangat siap bertarung. Kubu Anas tentu akan melakukan perlawanan dengan bentuk apapun itu. Tujuan perlawanan itu mungkin tidak sampai pada mengusung calon tertentu, tapi melawan SBY akan jadi tujuan utama. Sedangkan kubu Marzuki sejak Kongres 2010 masih cukup solid. Marzuki tinggal mengonsolidasikannya ulang. Apalagi nama Marzuki cukup banyak disebut oleh beberapa pengurus daerah akhir-akhir ini.

Terlepas dari kegalauan ini, SBY harus segera memutuskan apakah akan menyelenggarakan KLB atau tidak. Pergantian pengurus ini mesti SBY lakukan secara demokratis dengan melibatkan dan mendengarkan aspirasi daerah. Sudah tidak pas, kebijakan itu diambil secara top down dengan SBY sebagai sentral.

Terkait dengan pencalonan, KPU mesti bertindak adil terhadap seluruh calon. Atas permintaan Demokrat untuk memberikan kompensasi dalam pencalonan tentu tidak bisa diterima. Sebagai penyelenggara pemilu yang mandiri dan independen tidak boleh menerima permintaan-permintaan seperti ini. Keluarkan kebijakan yang berlaku untuk semua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s