PBB, Peserta Pemilu ke-14?

Gambar

Analisis, 8 Maret 2013

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta mengabulkan gugatan Partai Bulan Bintang (PBB), Kamis, (7/3). Majelis Hakim PTTUN yang dipimpin Ketua Majelis Arif Nurdu’a dengan anggota Santer Sitorus dan Didik Andy Prastowo, mengabulkan gugatan PBB dan meminta KPU membatalkan Keputusan KPU No. 5 Tahun 2013 tentang Penetapan Parpol sebagai Peserta Pemilu 2014. Lantas apakah PBB otomatis sebagai peserta Pemilu 2014 dan berada di nomor urut berapa?

Atas putusan itu, Pasal 269 ayat (7) UU No.8 Tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif menyebutkan, terhadap putusan pengadilan tinggi tata usaha negara sebagaimana dimaksud pada ayat (6) hanya dapat dilakukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung Republik Indonesia. Ketentuan ini dikuatkan dengan Pasal 3 angka 8 Peraturan Mahkamah Agung Nomor 6 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa TUN Pemilu menyebut, terhadap Putusan PTTUN hanya dapat dilakukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung RI.

Berdasarkan hal itu maka kepesertaan PBB dalam Pemilu 2014 ditentukan oleh sikap KPU dalam waktu 7 (tujuh) hari kedepan. Jika KPU menerima Putusan PTTUN Jakarta atau jika dalam waktu 7 (tujuh) hari tidak mengajukan kasasi ke MA, maka PBB harus segera dieksekusi sebagai peserta Pemilu 2014. Namun jika sebaliknya, dalam tenggat waktu 7 (tujuh) hari ini KPU menyatakan keberatan dan mengajukan kasasi ke MA, maka nasib kepesertaan PBB ditentukan MA.

Jika itu terjadi maka PBB harus bersabar sejenak menanti Putusan MA pada hari ke-37 dari sekarang. Baik UU Pemilu maupun Peraturan MA menyebut bahwa MA wajib memberikan putusan atas permohonan kasasi paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja sejak permohonan kasasi diterima.

Lantas bagaimana dengan nomor urut PBB, jika KPU kemudian menetapkannya sebagai peserta pemilu? Perlu diketahui bahwa KPU telah menetapkan nomor urut partai politik peserta pemilu yang terdiri dari 10 partai nasional dan 3 partai lokal Aceh. Ketiga belas partai itu telah memperoleh nomor urut sebagai berikut: Partai Nasdem (1), PKB (2), PKS (3), PDIP (4), Golkar (5), Gerindra (6), Demokrat (7), PAN (8), PPP (9), Hanura (10), Partai Damai Aceh (11), Partai Nasional Aceh (12) dan Partai Aceh (13).

Oleh karena itu, jika PBB ditetapkan sebagai peserta pemilu maka secara otomatis akan memperoleh nomor urut 14 (empat belas). Kalaupun ternyata partai yang diloloskan oleh PTTUN dan atau MA lebih dari satu maka undian nomor urut hanya akan memperebutkan urutan 14, 15 dan seterusnya.

Terhadap penetapan nomor urut ini juga bisa memunculkan sengketa. Jika itu terjadi maka Bawaslu yang berwenang untuk menyelesaikannya melalui mekanisme musyawarah dan mufakat yang melibatkan KPU, partai pemohon (PBB) dan tiga belas partai politik peserta pemilu lainnya. Jika dikabulkan, paling tidak harus dilakukan kocok ulang terhadap nomor urut ini.

Perlu diingat oleh semua, jangan terlalu gaduh. Pemilih akan melihat dan menilai elit-elit partai, terlalu gaduh akan menunjukkan sifat-sifat arogan. Berebut kekuasaan dengan segala macam cara, dan pemilih dilupakan diposisikan sebagai penonton dagelan politik semata.

Sumber gambar: forumdetik.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s