Membangun Patron SBY di Demokrat

Analisis, 15 Maret 2013

Tak mengejutkan jika Nyonya Ani Yudhoyono didorong sebagai Ketua Umum Demokrat dalam Konggres Luar Biasa akhir Maret ini. Pasalnya, Kubu Cikeas belum menemukan tokoh yang pas untuk bisa menggantikan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum. Karena jika dilepaskan, sangat mungkin posisi ketua umum akan dikuasai kubu lain, Marzuki Alie dan Kubu Anas.

Bibit-bibit politik patron di Demokrat memang sejak lama terendus. Muncul nama Ani Yudhoyono baru-baru ini dianggap sebagai alternatif akhir mengingat tokoh alternatif yang disiapkan kubu Cikeas sulit untuk didorong. Dipublik, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang sejak awal tidak menginginkan Ani, istrinya maju diranah politik. Dorongan kuat untuk menjadikan Ani sebagai Presiden pengganti SBY dalam Pemilu 2014 juga pernah ditampik. Tapi posisi Ani sebagai Ketua Demokrat akan sangat strategis bagi SBY, menjembatani politik patron kepemimpinan Indonesia.

Munculnya nama Ani dalam bursa pencalonan ketua umum Demokrat diambil setelah beberapa nama alternatif dari Cikeas tidak memungkinkan. Nama Pramono Edhy Wibowo jelas sulit diterima dan bahkan bisa menjadi pemicu penolakan yang besar, mengingat yang bersangkutan bukan kader partai. Pramono Edhy Wibowo sekarang juga masih menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat, yang baru akan pensiun pada Mei 2013. Begitu juga dengan nama Edhie Baskoro Yudhoyono yang jelas belum mumpuni untuk memimpin Demokrat.

Kepentingan memasukkan nama Ani merupakan bagian dari skenario mendorong orang-orang dekat SBY dalam bursa Calon Presiden 2014. Paling tidak ada dua target yang ingin dicapai. Target pendeknya tentu menghalau kubu lain baik Marzuki maupun Anas. Sosok Ani memang tidak memiliki resistensi yang tinggi dibanding tokoh lain yang sempat disebut-sebut kubu Cikeas. Memuluskan pencalonan Ani, KLB akan didorong melalui mekanisme aklamasi.

Target panjang pencalonan Ani adalah untuk memuluskan jalan bagi Pramono Edhy yang juga adik kandungnya. Nama Pramono Edhy sudah sejak lama disebut-sebut dan disiapkan menggantikan SBY sebagai Presiden 2014-2019. Tentu ini tergantung dengan kondisi politik yang berkembang. Namun yang pasti, Pramono Edhy potensial didorong oleh Demokrat baik sebagai calon Presiden atau wakil Presiden.

Dugaan Pramono Edhy disiapkan untuk maju dalam Pemilu Presiden 2014 sulit untuk ditepis. Iklan Pramono dalam di sebuah media elektronik dan juga beberapa baliho besar di ibu kota jelas diluar kebiasaan Angkatan Darat. Hanya orang politik yang membangun citranya melalui iklan dan baliho yang cukup besar.

Sumber Gambar: maulanusantara.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s