Tantangan PBB sebagai Peserta ke-14

Analisis, 19 Maret 2013

Halaman Utama Kompas pagi ini mengangkat tema kelolosan Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai peserta Pemilu 2014 . Disela-sela pemberitaan soal Bawang dan Krisis Air di Jakarta, KPU menyatakan menerima putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara yang meloloskan PBB menjadi Peserta Pemilu ke-14 (Baca juga, PBB Peserta Pemilu Ke-14?)

Kelolosan sebagai peserta pemilu tentu memberikan harapan baik untuk elit dan kader PBB. Tapi perjuangan PBB belum usai, karena waktu dekat ini harus segera menyiapkan calon anggota legislatif, 9 sampai 16 April 2013. Tantangannya, PBB harus menyiapkan 560 bakal calon anggota legislatif (caleg) yang akan didaftarkan ke KPU. 560 bakal caleg ini akan mengisi surat suara di 77 (tujuh puluh tujuh) daerah pemilihan diseluruh Indonesia.

Penyiapan 560 bakal caleg ini tentu tidak mudah, apalagi harus disiapkan dalam 28 (dua puluh delapan) hari menjelang pendaftaran akhir. Tentu bakal caleg yang disiapkan lebih dari itu untuk bisa diseleksi. Berkaca dari partai lain misalnya, Partai Demokrat sekarang telah menyiapkan 1.159 orang bakal caleg,

Pencalonan ini akan semakin rumit  dan tidak mudah ketika partai politik harus menyiapkan 30% keterwakilan perempuan. Keterwakilan perempuan ini berlaku disetiap daerah pemilihan, bukan untuk caleg secara nasional. Bukan hanya PBB bahkan 10 partai peserta pemilu lainnya juga mengalami kesulitan. Jika tidak mampu menyiapkannya, konsekuensinya cukup berat. Partai yang tidak mampu memenuhi keterwakilan perempuan 30%, tidak akan ditetapkan sebagai peserta pemilu untuk daerah pemilihan bersangkutan. Itu artinya khusus di daerah pemilihan bersangkutan, partai politik tidak bisa menjadi peserta pemilu.

Menyikapi hal itu tentu perlu dipastikan persiapannya untuk menghadirkan caleg-caleg dari kalangan ibu-ibu. Harus dipastikan partai politik mampu menyiapkan kader perempuan untuk berkompetisi di setiap daerah pemilihan. Jangan sampai setelah penyelenggara pemilu menetapkan hasil verifikasinya, muncul protes yang berujung sengketa terhadap penetapan caleg perempuan 30% di setiap daerah pemilihan.

Mengingat itu PBB mesti bergerak cepat, melakukan konsolidasi nasional dan mengumpulkan kader-kader terbaiknya agar memenuhi kuota pencalonan khususnya perempuan. Meskipun waktu yang cukup singkat memang menghawatirkan akan munculnya calon anggota legislatif yang berkualitas. Semoga PBB dan semua partai politik peserta pemilu tidak mengabaikan kualitas dan mengajukan calon wakil rakyat yang cukup mumpuni memperjuangkan kepentingan konstituennya. Jangan sampai pemilih jadi korban salah pilih anggota DPR karena calon yang disiapkan partai bukan kader terbaik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s