Minus Rapot Kinerja Anggota DPR

Analisis, 17 April 2013

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) calonkan 55 politisi lama. Kelima puluh lima (ke-55) politisi tersebut didaftarkan PKS ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa, 16/4. Pendaftaran itu telah mencatat PKS sebagai partai pertama yang mendaftarkan calon anggota legislatif ke KPU.

Tempat istimewa bagi anggota DPR dalam pencalegan ini diberikan hampir oleh semua partai peserta pemilu. Bukan hanya anggota DPR, tempat istimewa itu juga diberikan kepada menteri yang sekarang sedang menjabat di Kabinet SBY. Kenapa Anggota DPR dan Menteri mendapatkan tempat istimewa, paling tidak dipengaruhi dua pertimbangan.

Pertimbangan pertama soal popularitas, bahwa incumbent atau mereka yang sedang menjabat tentu memiliki popularitas lebih dibanding mereka yang baru akan dicalonkan. Umumnya menteri dan anggota DPR dikenal masyarakat karena konsekuensi kerja yang tidak luput dari sorotan media. Begitu juga anggota DPR yang secara berkala mengunjungi daerah pemilihan masing-masing. Karenanya tidak sulit bagi mereka untuk kembali dipilih.

Kesempatan ini tentu akan ditangkap partai karena tidak memerlukan kerja politik yang berat. Alasan lainnya soal ketersediaan dana, calon dari anggota DPR dan Menteri sudah pasti memiliki ketersediaan dana yang cukup. Bertemunya popularitas dan ketersediaan dana yang memadai tentu menjadi faktor ideal untuk pencalonan.

Meski cukup ideal, yang disayangkan adalah partai tidak pernah membuat rapor terhadap kinerja anggota DPR dan menteri yang akan dicalonkan. Mestinya partai melakukan evaluasi atas kinerja masing-masing anggota DPR dan menteri yang akan dicalonkan. Evaluasi itu mesti disampaikan kepada publik apakah yang bersangkutan layak atau tidak untuk dicalonkan.

Partai kemudian tidak bisa berdalih bahwa masyarakat yang akan memilih, karena itu pembuktian patut dan layaknya caleg didasarkan semata atas pilihan rakyat. Partai mestinya menyadari dan sadar atas posisinya sebagai saringan pertama untuk menghadirkan calon wakil rakyat yang berkualitas. Tapi sayang, partai tidak memainkan perannya dengan baik.

Kepercayaan rakyat tidak lagi diindahkan partai politik. Partai tidak pernah memberikan laporan atas kinerja orang-orang yang sebelumnya telah menduduki jabatan publik. Laporan yang mestinya bisa menjadi dasar bagi rakyat apakah akan memberikan kepercayaan lagi atau tidak. Karena dicalonkannya anggota DPR dan Menteri tidak lantas menjamin kinerja yang baik. Karena itu, sepanjang tidak ada laporan dari partai sebaiknya orang-orang lama yang dicalonkan dan tidak memiliki rekam jejak kinerja baik, sebaiknya diabaikan dan tidak usah dipilih.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s