Indonesia Menang

Dorongan revisi Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (UU Pilpres) syarat kepentingan. Partai besar maupun kecil, punya agenda atas  keberadaan undang-undang ini. Partai besar seperti PDIP, Golkar, Demokrat dan PAN cenderung mempertahankan UU Pilpres. Mempertahankan undang-undang ini berarti mempertahankan peluang mereka untuk mencalonkan presiden dan wakil presiden. Mengingat syarat pencalonan yang diberlakukan cukup berat yakni memiliki 20% kursi DPR atau 25% suara pada Pemilu Legislatif, 9 April 2014 mendatang.

Kepentingan sebaliknya ada pada partai-partai kecil lainnya, Gerindra, PKS, Hanura, PPP, dan PKB. Mereka cenderung mendorong revisi UU Pilpres karena syarat pencalonan tersebut dirasa cukup berat. Partai ini justru mendorong agar revisi dilakukan dengan satu tujuan, menurunkan syarat pencalonan. Turunnya syarat pencalonan akan memberikan ruang bagi mereka untuk mengajukan calon presiden.

Jadi sama saja, partai besar atau kecil punya kepentingan sama mencari peluang politik meneguhkan oligarkhi. Jangan berharap akan muncul calon presiden alternatif untuk Indonesia mendatang. Partai politik hanya memikirkan bagaimana kepentingan politik mereka masuk dan ada ruang untuk mencalonkan presiden. Siapa yang menjamin tidak adanya transaksional antar mereka dalam mengusung presiden?

Mestinya, partai mulai berbicara visi Indonesia kedepan dari sekedar gontok-gontokan mencari peluang ikut kompetisi. Sebutkan apa yang dibutuhkan Indonesia sebagai basis pencarian presiden dan wakil presiden. Identifikasi mesti dilakukan sehingga terpetakan problem yang mesti dijawab capres dan cawapres yang akan diusung. Semua harus mulai dari persoalan yang dihadapi dan semua harus berangkat dari kebutuhan Indonesia.

Indonesia ini butuh orang yang mampu mewakafkan hidupnya untuk kepentingan menyejahterakan rakyat. Bekerja tanpa menghitung untung untuk kelompoknya, atau yang sekarang terlihat untuk partai mereka. Begitu terpilih, sumber-sumber kesejahteraan dialihkan untuk menghidupi komunitasnya. Akibatnya kebijakan yang muncul justru keberpihakan bukan pada rakyat. Rakyat Indonesia tidak akan pernah sejahtera dengan kondisi ini.

Persoalan ini justru menjadi tantangan Indonesia kedepan, merangkul semua pihak bekerja untuk Indonesia. Mestinya langkah ini dimulai dari partai, mereka harus berfikir untuk Indonesia dan bukan kelompok mereka sendiri. Memunculkan kader yang kemudian cocok dengan kebutuhan Indonesia, bukan mengusung orang yang justru berkontribusi terhadap kelamnya republic ini.  

 Oleh karena itu, momentum Pemilu 2014 adalah momen penting menuju Indonesia Menang. Semua kelompok berkontribusi mencarikan presiden untuk Indonesia, presiden seluruh masyarakat dan bukan presiden partai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s